Ellen tengah menikmati beberapa treatment untuk tangan dan kakinya. Dia datang ke salon ini bukan tanpa alasan. Memang ada suatu hal penting yang menantinya. Hal itu adalah wanita yang kini berada di samping Ellen. "Terimakasih kau datang, Sayang. Sudah lama Ibu membayangkan kita pergi ke salon bersama." Anita Gimawan, Ibu Arslan yang kini berbicara dengan Ellen. Arslan tentu tidak tahu tentang pertemuan ini. Sikapnya di mobil tidak menggambarkan hal itu. "..... kau menyempatkan waktu untuk Ibu. Kau tetap kesini sekalipun hujan deras. Aaahh kau sendirian? Maaf Ibu merepotkan." "Oh tidak masalah, Bu. Aku mendapat tumpangan dari teman. Bukan hal sulit untuk sekedar datang. Aku sangat merindukanmu." "Ahh me too, Sayang. Sungguh Ibu merasa panik saat mendengar kau dan Arslan berteng

