Arslan mulai melirik Ellen. Mereka keluar fokus sehingga pertanyaan tertimpal dengan tidak baik. "Aku merindukanmu.", ucap Arslan cepat. Ellen segera menoleh pada orang di sampingnya. Mata Arslan. Ah, Ellen hampir terlena, dia segera berpaling ke arah depan. "Katakan kenapa kau ada di sini?", tuntut Ellen. "Aku merindukanmu.", ucap Arslan lagi. Ellen terganggu dengan jawaban itu. Dia memicingkan mata, "Kau mengikutiku?" Arslan mengangguk. Percuma dia menghindar, Ellen lebih pintar. "Demi Tuhan kau gila, Ars.", protesnya. Arslan tidak menanggapi. Lelaki itu justru memberanikan diri meraih tangan Ellen, meski jelas langsung ditepis olehnya. Sekali lagi Arslan mencoba meraih tangan itu, kali ini dia segera menggenggamnya dengan erat. Tatapan Arslan tidak lepas dari mata Ellen. Dia

