Beberapa hari kemudian. Ellen baru saja keluar dari sebuah butik. Hari ini adalah jadwal fitting baju pengantin. Sayang sekali Arslan yang awalnya ingin menyusul ternyata tidak bisa datang. Dia terjerat dengan rapat Direksi yang sangat penting. Ellen memahami itu. Anne juga tidak bisa menemani Ellen kali ini. Sahabatnya itu tengah pergi ke Jakarta untuk mengunjungi keluarganya. Ellen menghidupkan starter mobil dan bersiap memakai seatbeltnya hingga seseorang masuk ke kursi penumpang di samping Ellen tanpa aba-aba apapun. Ellen spontan terkejut. Mata Ellen melebar bukan main. “Hey, Ell. Lama tak bertemu.” Sialan sungguh sial, Samuel si Parasit saat ini sudah ada di dalam mobil Ellen. “Apa yang kau lakukan? Keluar!” Samuel justru memasang seatbelt dan tersenyum tenang. “Easy, sweety

