"Pak Kaisar nggak papa tuh kalau ditinggal, Ssa?" tanya Mbak Sinta sembari menatap Larissa yang menekan tombol satu dan tujuh setelah pintu lift tertutup. "Menurutku sih nggak masalah, Mbak. Toh juga tadi beliau masih asyik sama teleponnya kan ya? Kalau memang dia niat bareng naik sama kita sekarang, pastinya udah buru-buru nyusul kita pas jalan masuk ke lift ini harusnya, Mbak" balas Larissa dengan tersenyum tipis dan menganggukkan kepalanya sebagai pertanda bahwa semuanya akan baik-baik saja. "Soalnya agak horor aja gitu, Ssa. Tahu sendiri lah beliau kayak apa. Kalau kita di notice kurang ajar sama Pak Kaisar bisa habis kita berdua setelah ini, Ssa. Karena nantinya bakalan diungkit-ungkit terus pastinya sama beliau kalau ketemu lagi," ucap Mba Sinta dengan khawatir dan menggigit bibi

