"Akhirnya selesai juga ya Allah! Tidak jadi lembur untuk hari ini!" ucap Febi dengan merentangkan kedua tangannya dan merasa lega. "Proyek apaan nih yang lu pegang sekarang, Feb?" tanya Seno dan menatap ke arah wanita tersebut. "Halah sok sokan basa basi nanyain proyek apaan lagi nih manusia nggak beres satu ini. Makanya kalau berangkat tuh kagak usah kebiasaan telat deh. Biar tahu apa aja kerjaan yang lainnya gitu. Bukannya cuma numpang ngelanjutin kerjaan orang lain aja," ucap Febi dengan mendengus dan kesal. "Lu kenapa sih? Sensi amat perasaan kalau sama gue, Feb! Yang sering nggak beres disini kan banyak. Biang keroknya divisi keuangannya mah hampir mendominasi. Lu pun juga kadang jadi salah satunya," ucap Seno dengan dingin dan menatap tajam ke arah Febi. "Udah udah. Daripada

