Erin Benci Mama

2095 Kata

Matahari semakin bergeser jauh ke arah barat, memberi kilau pada langit melalui pendar cahayanya yang berwarna kuning keemasan. Menyembunyikan diri di balik cakrawala, memberi kesempatan pada dewi malam untuk bertakhta. Menyuguhkan kegelapan untuk meniti malam yang masih sangat muda. Kean dan Erin baru saja selesai mandi, pulang dari rumah Budhe Asih dengan membawa satu rantang makanan serta sedikit uang. Upah lelah mereka dari membantu wanita itu panen kentang, siang tadi.  Kean dan Erin duduk bersama di dapur, dengan beralaskan tikar pandan. Mata kedua anak kecil itu berbinar saat melihat isi rantang yang baru dibuka. Satu wadah paling atas berisi nasi putih yang cukup untuk dimakan mereka berdua. Wadah di bagian bawah berisi dua potong ayam goreng dan tempe bacem, sedangkan pada wada

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN