“Promise me, Win…” ( Berjanjilah padaku, Win…) “Huh?” (Ya?) “That one day, you’ll be my bride. That I’ll marry you someday…” (Bahwa suatu hari nanti, kau akan jadi pengantinku. Bahwa aku akan menikahimu nanti…) “Haha… okay…” ( Haha…baiklah…) Kedua bocah kecil berbeda jenis kelamin itu menautkan jari kelingking mereka sebagai pinky promise. Berjanji untuk bertemu lagi suatu hari nanti dan melabuhkan ikrar. Bahkan dalam usia mereka yang terlampau dini. Yang satu adalah bocah laki-laki berwajah indo setengah Asia sementara di sampingnya adalah gadis perempuan berambut sebahu dengan kulit kemerahan terbakar matahari. “I’ll propose you in the most beautiful city of the world..” (Aku akan melamarmu di kota paling indah sedunia…) “Oh? Where is it?” ( Oh, di mana itu?) “In Paris…” ( Pari

