Dua tahun sebelumnya… Kedua orangtuanya menamainya Adwa yang berarti cahaya dalam bahasa setempat. Harapan mereka sederhana. Sebagai seorang putra sulung yang suatu hari nanti akan memikul tanggung jawab kedua seorang pria dewasa setelah ayahnya, Adwa diharapkan untuk dapat membawa kejayaan dan kemuliaan bagi keluarga kecilnya. Ia sendiri dididik dalam sebuah lingkungan yang sangat relijius sampai kemudian, ia bertemu dengan seseorang saat menunaikan kewajiban agamanya. Mullah Yazi. Saat itu, pemimpin tempat ibadah dimana ia bernaung, mengajak pria itu untuk berdakwah di sana. Dan, dari sejak pertama kali Adwa melihat pria tua itu, ia sudah tertarik padanya. Mullah Yazi adalah seorang imam yang berkharisma, pandai bicara dan berkarakter kuat. Setiap kata-kata yang keluar dari mulutnya

