Rain mengetuk pintu kamar Aira, “Sayang, bangun.” Tak ada sahutan dari dalam. “Apa dia masih tidur?” Rain lalu melihat jam di pergelangan tangannya, “tumben jam segini dia belum bangun.” Rain lalu mencoba untuk membuka pintu kamar Aira. Ternyata pintu itu tidak dikunci dari dalam. Ia melihat Aira masih tertidur lelap di atas ranjangnya dengan selimut yang menutupi seluruh tubuhnya. “Astaga, apa dia lupa kalau hari ini aku ingin mengajak dia kencan?” Rain melangkah masuk ke dalam kamar Aira. Kemarin Rain sudah memberitahu Aira, jika ia akan mengajak Aira pergi kencan sebelum mereka menikah. Selama ini, Aira lah yang sering mengajak Rain untuk pergi kencan. Tapi, sekarang giliran Rain yang mengajak calon istrinya itu untuk pergi kencan. Rain mendudukkan tubuhnya di tepi ranjang. Ia m

