Tak terasa waktu cepat berlalu, sudah hampir satu tahun Aira pergi meninggalkan rumah. Meskipun Aira belum bisa sepenuhnya melupakan Rain, tapi ia bersyukur, ia bisa menjalani hari-harinya tanpa merasakan sakit hati saat melihat Rain bersama dengan wanita lain. Bagas bahkan terus gencar mengejar Aira, bahkan secara terang-terangan ia menunjukkan rasa cintanya kepada Aira. Ia tidak akan pernah menyerah begitu saja, setelah melihat Rain yang terus menerus menyakiti Aira. Bagas yakin, jika hanya dirinya yang mampu membuat Aira bahagia selamanya. Apalagi selama ini ia sudah tidak lagi melihat ada kesedihan di kedua mata indah Aira. Yang ia lihat hanya senyuman manis yang terukir dari kedua sudut bibir gadis cantik itu. Fani yang melihat keseriusan Bagas, mencoba untuk mendekatkan kedua sa

