Sydney, Australia

1388 Kata

Aira menikmati makan malamnya dalam diam. Kepalanya tengah dipenuhi kata-kata yang tadi Rain ucapkan kepadanya. Ia tidak mengerti dengan maksud kata-kata Rain. Rain yang melihat tingkah Aira hanya tersenyum. “Sayang, katanya tadi kamu lapar. Kok makanannya nggak dimakan? Apa perlu Om suapi?” tawarnya. Aira menggelengkan kepalanya, ia lalu mulai memakan makanan yang tadi diambilkan oleh Rain. “Kapan kamu mulai masuk kuliah lagi?” Rain mencoba untuk mengalihkan pikiran Aira. Ia tau, jika Aira saat ini masih memikirkan apa yang telah ia katakan padanya. “Seminggu lagi, Om.” Aira berbicara tanpa berani menatap wajah Rain yang duduk di depannya. “Kalau begitu, apa kamu mau berlibur sama Om?” Aira mendongakkan wajahnya, ia akhirnya menatap wajah tampan yang telah mengobrak-abrik jantung

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN