Ending

1520 Kata

Tiga tahun kemudian. “Sayang, jangan berlarian seperti itu. Mommy capek, Sayang.” Aira saat ini tengah mengejar putra kecilnya yang semakin hari semakin aktif. Apalagi setelah dua tahun yang lalu ia sudah bisa berjalan. Rain diam-diam menangkap putranya dan menggendongnya. “Daddy!” seru Lio lalu memeluk daddynya. Rain baru saja pulang bekerja dan langsung melihat pemandangan dimana sang istri tengah mengejar putranya yang memang suka menggoda mommy nya itu. “Apa Daddy bawa hadiah untuk Lio?” tanya Lio kemudian. “Cium Daddy dulu. Baru nanti Daddy kasih tau.” Rain sudah memiringkan wajahnya. Bersiap-siap menerima kecupan di pipinya dari sang putra tercinta. Lio langsung mengecup kedua pipi daddynya. “Sudah,Dad. Sekarang mana hadiah buat Lio?” tagihnya. Aira hanya menggelengkan kepa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN