Ratu tersenyum getir melihat mertuanya yang nampak sangat berubah, bertahun-tahun ia hidup dengan Raja dengan kehidupan yang di penuhi rasa benci dan kepura-puraan tetapi mertuanya dulu masih bisa menerimanya dengan senang hati, tetapi semakin kesini hubungannya dengan Raja juga sudah membaik namun semesta seakan tidak pernah mengizinkan Ratu untuk merasakan kebahagiaan sepenuhnya, mertuanya seakan berubah seratus delapan puluh derajat kepadanya. “Dia ada di kantornya, kalau mama mau mama bisa kesana.” Ucapnya sembari menaruh Aleesha di tempatnya. Ia kemudian berjalan mendekati ibu mertuanya tersebut, walau perasaannya masih terbilang aneh saat bertemu dengan sang mertua, sebagai seorang menantu yang baik, Ratu terus berusaha terlihat se normal mungkin, setidaknya a

