Di saat semua orang berkata, “Ikuti saja alurnya.” Di saat itu juga aku menentang keras perkataan mereka. ©©© "Lo kenapa sih, Just?" Satria teman sebangku Justin menyenggol pelan lengan laki-laki itu. Sedikit heran dengan sikap Justin yang diam saja sedari tadi. Entah apa yang terjadi saat Justin sempat keluar kelas tadi. Pokoknya, setelah Justin kembali, laki-laki itu hanya diam dan diam dengan raut wajah datar. "Gak." Jawaban Justin ketus membuat Satria mendengus. Padahal dia bertanya sebiasa mungkin, tapi tetap saja dia mendapatkan balasan tidak mengenakkan. "Lo tuh mukanya udah kayak papan kuburan, datar tapi nyeremin!” "g****k nih bocah!" seru Kevin sambil menoyor kepala Satria. Kevin, laki-laki itu duduk di depan meja Justin dan Satria. "Ye.... Abis ni anak ditanya kenapa jaw

