Seperti lirik lagu, aku bukanlah aku yang dahulu, Suri merasa ia sudah berubah banyak sejak hidup begitu dzalim pada dirinya. Tiada ibu, tiada bapak, tiada sanak keluarga, hanya dirinya seorang yang menentang arus yang begitu deras. Sendirian tak berkawan dan memaksanya untuk tetap bertahan dengan kedua kakinya sendiri agar tak hanyut oleh kekalahan. Ia kini tak begitu mudah untuk mempercayai orang lain dan memberikan kepercayaan pada seseorang. Suri yang dulu mudah berkawan dan ramah pada siapa pun berganti sinis dan penuh penolakan. Apa gunanya hidup seperti itu? Pertanyaan yang sempat menggelayut saat ia menyadari perubahan pada dirinya. Jawaban akan pertanyaan tersebut lekas terjawab saat ia menyaksikan orang-orang di sekelilingnya yang begitu egois, individualis dan penuh tipu daya s

