Mala mulai merasa canggung, dia tak tahu apa yang harus dilakukan olehnya saat ini. Wanita itu melirik ke arah suaminya, tampak sekali jika saat ini Bian yang hanya diam saja. Wajahnya tampak malas sekali saat ayahnya datang, suasana hatinya yang tadinya membaik, kini menjadi buruk lagi. Bian berdiri, dia memilih duduk di samping Mala dan menyuruh kedua pria yang menjadi tamu pada pagi hari ini, untuk duduk di kursi depannya. "Apa tujuan ayah datang pagi ini?" tanya Bian. Dia memajukan piring yang masih penuh dengan makanan. Mood makan dia sudah hilang, rasa lapar yang sedari tadi menyakitinya seolah raib dalam waktu sekejap, semua itu disebabkan karena suasana hati Bian yang buruk. "Hanya ingin melihat mu saja." Seorang pelayan datang, dia membawakan dua cangkir kopi untuk tamu-ta

