"Kami akan pergi ke kantor." Bian yang menjawab. Dia menatap ibunya lebih lembut, agar mengerti maksud dan keinginannya. Bian juga ingin sekali ibunya tak begitu jahat lagi kepada Mala, dia sangat tak nyaman saat Sarah terus memarahi Mala. "Istrimu ikut juga," ucap Sarah. Dia melirik tajam ke arah Mala. Bian mengangguk. Sedangkan Mala, langsung menggenggam tangan Bian dengan refleks. Dia tak ingin dipisahkan oleh Bian, Mala ingin ikut dengan Bian, tak peduli jika di sana dia hanya diam dan terduduk saja. Yang terpenting, Mala merasa tak terganggu saja. "Aduh, Bian. Istrimu ini akan merepotkan mu jika diajak. Lebih baik biarkan saja dia di sini." "Dia tak akan menggangguku, Ibu." "Lagian, apa gunanya istri mu ini? Lebih baik, biarkan dia di tempat ini. Banyak pekerjaan rumah yang bi

