"Sa....." suara cempreng Nancy menahan langkahku. "Belom apa-apa gue uda kangen sama lo... Besok lo berangkat jam berapa?" Nancy dengan manja menggelayut di lenganku. "Penerbangan paling akhir. Kata Bang Marvin dia masih ada kerjaan besok. Jadi dia pesen penerbangan terakhir karena takut telat" kataku memberitahu Nancy. "Lo jangan lupain gue ya, Sa... Gue cuma punya lo..." dimulailah kelebayan oleh seorang Nancy. "Apaan sih lo... Tiap akhir semester gue juga ninggalin lo kali ... Lagian lo paling juga cuma inget gue sehari dua hari doang. Lebihnya lo bakalan sibuk sama ikan-ikan dan gue di lupain." kataku memberi tanggapan atas tingkah manja sahabatku. "Eh bestie... Kurang kerjaan banget gue ngurusin ikan sampe lupa sahabat sendiri..." katanya nyolot. Tingkah absurd kami terus be

