Bab 12

1118 Kata

"Jangan pukul aku, aku mohon, hiks," ucap Alesya menggigil ketakutan. "Aku mohon Dennis, jangan! Aku tidak ingin melakukannya, jangan pukul aku, sakit!" ucapnya lagi semakin melantur dan air mata sudah membasahi wajahnya.. "Sayang, sadarlah. Ini aku, Kai!" Kai mendudukkan Alesya dan memeluknya agar tersadar. Hingga beberapa saat barulah Alesya sadar dan perlahan kembali normal. "Hey, Sayang, kamu baik-baik saja sekarang," ucapnya lembut dan menenangkan Alesya. Kai merasa murka mendengar perkataan melantur Alesya. Apa yang dilakukan laki-laki bernama Dennis itu pada Alesya, sehingga bisa membuat kekasihnya sangat ketakutan seperti itu dan siapa itu Dennis. Pertanyaan demi pertanyaan berputar didalam pikiran Kai, ingin rasanya dia langsung bertanya pada Alesya. Akan tetapi, dia mengurun

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN