Bab 64

1211 Kata

"Bawa dia kesana!" tandas Kai. Tak lama kemudian Kai berpamitan dengan ibunya yang mulai kembali tertidur. Kai berjalan dengan langkah ringannya, menghampiri Eilaria yang sudah berada disebuah ruangan kecil dan remang. "Kai! Tolong lepaskan aku, aku mohon bantu aku!" pekik Eilaria tidak sadar diri. Dia mengira kalau kedatangan Kai adalah untuk menolongnya. Plak! Sebuah tamparan keras mendarat dengan sempurna diwajah mulus Eilaria. Merah dan memar langsung terlihat jelas diwajah putihnya. "Diam! Aku tidak pernah memberikan ijin untukmu berbicara, Eilaria!" suara Kai begitu terdengar mengerikan. Suara bariton rendah miliknya terdengan begitu tajam dan menusuk. "Bukankah aku sudah pernah mengatakannya padamu, hiduplah dengan tenang dan tidak berulah, jika ingin baik-baik saja!" "K--kai,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN