Alesya mendongak dan menghadap ke atas untuk melihat wajah Kai yang berdiri di belakangnya. "Kenapa takut?" tanyanya bingung sekaligus penasaran. "Aku takut, kalau kamu akan meninggalkanku lagi. Aku trauma, Sayang. Tidak melihatmu, membuatku berpikir kalau kamu pergi dan meninggalkanku." "Maaf," lirih Alesya dengan wajah tertunduk. Kai membalik tubuh Alesya dan menyentuh dagu wanita itu, sedikit mengangkatnya agar dia dapat melihat wajah Alesya. "Jangan meminta maaf, Sayang. Kamu cukup berjanji kalau kamu tidak akan meninggalkanku lagi, em," suara Kai terdengar sangat lembut dan penuh kasih sayang. Menatap kekasihnya dengan penuh makna. "Hem, aku janji. Apa pun yang terjadi, aku tidak akan melakukan hal bodoh itu lagi. Aku benar-benar baru menyadarinya, kalau aku begitu mencintaimu, K

