"Yohan!" teriak Kai. "Ada apa, Tuan?" jawab Yohan tergesa-gesa menghampiri Kai. "Berikan aku laporan! Bagaimana perkembangannya?!" perintahnya murka. Emosi Kai tidak terkontrol dan begitu meluap-luap bagaikan api yang membara. Itu semua karena Kai tidak dapat menghubungi Alesya. Sudah hampir sebulan, Alesya tidak membalas pesan mau pun panggilan darinya. Nomor ponselnya bahkan tidak aktif. Segala hal yang berhubungan dengan Alesya seolah terputus dan menghilang begitu saja. Dia tidak bisa menemukan Alesya dimana pun, bahkan dia sudah menyuruh Yohan bertanya kepada orang tua wanita itu. Namun, jawaban yang diinginkannya tidak kunjung datang. "Alesya, Sayangku, kenapa kamu menghilang seperti ini? Apa salahku, Sayang?!" gumamnya frustasi dihadapan Yohan, dengan kedua tangan yang meremas r

