"Istriku, maafkan aku yang tidak peka pada kondisimu. Kamu istirahat saja, istriku. Biar aku dan pria itu yang menjaga putri kita, em," lirih Jeffry dengan perasaan bersalah. Jelas-jelas istrinya juga korban, tetapi, dia malah mengabaikan Mira. Jeffry semakin mencemooh dirinya sendiri. Karena sudah menjadi ayah sekaligus seorang suami yang buruk. Pria macam apa yang melakukan hal seperti ini. Jeffry benar-benar merutuki dirinya. "Baiklah, aku akan pergi ke kamar. Beritahu aku jika putri kita siuman, em. Lalu, Sayang, jangan terlalu keras pada dirimu sendiri, em. Kamu sudah melakukan yang terbaik, Sayang. Aku benar-benar tidak pa-pa," seakan tahu isi pikiran Jeffry, Mira mengatakan hal tersebut dengan senyuman dan tatapan hangat pada pria itu. Setelahnya, dia berjalan dan meninggalkan kama

