55

1789 Kata

“Mana steiknya?  Kok nggak kelihatan penampakannya?” Cecille yang menuang segelas air menjawab. “Dagingnya masih beku. Jadi aku goreng telur aja. Sama-sama mengandung protein kan?” “Jauh banget dari Wagyu A5 ke telur.” Ketika Cecille mendengarnya menggerutu, sudut bibirnya bergerak sedikit, dan dia hanya meliriknya dengan wajah lurus. Ketika menarik kursi, pandangan Nicho tidak lepas dari setengah lusin telur dalam piring keramik berbentuk oval. Cuma telur dan kecap, nggak ada yang lain. Bahkan tuna kalengan yang dimakan kucingnya tadi, jauh lebih menggiurkan daripada ini. Keduanya duduk saling berhadapan. Cecille  menyerahkan peralatan makan padanya. Ketika Nicho belum juga menyendok nasinya, kedua alisnya ditarik keatas saat Cecille bersuara. “Kenapa? Kamu nggak doyan nasi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN