Bab 45

1018 Kata

Jika semua panik, Andini justru terkekeh pelan. "Santai aja kali," ucapnya seraya melipat tangannya. "Gila ya! Cepat panggil ambulans!" Andini dengan santainya justru keluar dari kamar itu dengan raut wajah yang bahagia. "Panggil aja sendiri," jelas Andini. "Julia, sini keluar saja denganku. Nanti kena kuman dari suami saya." Debora menggelengkan kepalanya. Astaga! Jahat sekali hatimu," kesal Debora sembari menunjukkan muka Andini menggunakan jari telunjuknya. "Jahat? Hahaha, emang situ gak sadar lebih jahat daripada aku?" tanya Andini menutup pintu kamarnya. Andini duduk di sofa ruang keluarga seraya menunggu ambulans mendatangi rumahnya. Wiu... wiu... wiu.... Ambulans meraung datang menghantarkan Bram yang tergeletak lemah di dalamnya, hanya berselang tujuh menit sejak p

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN