Bab 84

508 Kata

"Huft... mungkin aku dulu masih merasa ingin bermain-main saja tanpa memikirkan masa depanku, tentu saja aku menikah dengan sahabatku sendiri kalau tidak belum tentu aku bisa bahagia. yang dulu aku mencintaimu tapi melihat kau saja Aku ragu untuk mengungkapkan perasaan itu kau begitu menyeramkan. Terluka tahu hanya Kau wanita yang bisa membuat aku terdiam dan takut, padahal bicaramu itu biasa saja tapi kenapa adik begitu luluh dan selalu mengiyakan semua perkataanmu." Jelas Aray. Menghabiskan waktunya malam itu dengan menceritakan kisah masa lalu dan persahabatan mereka yang begitu bisa dibilang persahabatan itu saling menyayangi sampai akhirnya mereka bisa bertemu dan menikah, rasa canggung dan kaku tidak mereka rasakan lagi, karena persahabatan mereka anak berjalan baik. di luar sana ba

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN