Bab 19

552 Kata
Keesokkan harinya Aray yang masih belum merasakan puas pergi menemui wanita yang di bayarnya itu, dan dia menunggu dengan tenang dan akhirnya wanita bayaran itu datang menghampirinya dan dia berkata “Tuan Aray, apa yang kau inginkan lagi?” “Jangan menanyakan hal itu, kau pikir saja apa yang harus kau lakukan kepadaku dengan kehadiranku ini.” Ucap Aray yang sudah merasanya dirinya bergejolak dengan tubuh indah wanita bayarannya. Aray yang tidak tahu harus berkata apa setelah melihat Raja yang sudah membuatnya jengkel, aku akan melampiaskan semuanya dengan permainan gila wanita ini. Wanita itu menghampiri Aray dan dia membuka baju dan langsung cepat meraih batangan yang perlahan-lahan mengeras itu, “Sstth...” desahan yang terdengar dari Aray yang membuat wanita tersebut terus saja mempercepat gerakkannya. Senyuman miring itu terlihat dari wajah wanita yang berada di hadapannya, “Tuan, apa kau menikmatinya, hanya saja jangan cepat saja untuk memutahkannya.” Aray terdiam melihat saja, di dalam hati dia berkata “Sial, wanita ini mempermalukan aku berulang kali. Tunggu saja kau!” Aray langsung mengangkat tubuhnya dan melepaskan semua baju yang masih melekat dan Aray bersiap-siap membalikkan tubuh wanita tersebut dan memasukan batangan yang sudah mengerasa dan dia menghantam dengan kuat membuat suara yang keras “Aw...” Hahhaa... sudah aku katakan, jangan pernah berani berkata begitu, kau pikir aku tidak bisa membuatmu puas dalam permainan ini. Wanita tersebut terkekeh dan dia mengatakan, “Iya, lakukan saja, aku sudah menunggu. Tuan silahkan puaskan aku.” Aray yang meremat kedua aset kembarnya yang besar dan keras dengan sangat kuat, wanita yang masih menggila terus saja merancau dan tiba-tiba Aray yang sudah sangat nyeri di bagian ujung batangannya tidak kuat menahan cairan yang mau di muntahkannya, dengan waktu yang baru sebentar itu dia mengeluarkan cairan panasnya. Aray sangat kesal dan dia tidak tahu harus mengatakan apa lagi setelah ini, untuk kedua kalinya dia malu di hadapan wanita bayaran ini, sudahlah! Sekarang keluar lah dari kamarku. Aray mendegus dengan kesal dan memasangkan kembali baju yang berceceran di lantai. Di tempat lain Qenia yang sedang mempersiapkan makan siangnya untuk pertama kalinya dia melihat istrinya begitu cantik saat di hadapan senyumannya membuat tubuh ini bergetar. “Raja, ini sudah aku siapakan, segeralah makan yang lahap.” “Istriku, aku ingin kau menemani makan siangku.” Senyuman manis itu terpancar dan dia berkata “Baiklah Raja, aku akan terus menemanimu sampai kapan pun.” Mereka berdua menyantap makanan yang sangat banyak yang telah di buat oleh istri tercintanya. Tidak pernah suasana hati ini terasa tenang begini, saat Qenia yang berada di sampingku semakin jantung ini berdegup kencang. Qenia tidak sengaja melihat Alfa hanya melamun, “Raja, kenapa kau dari tadi hanya memandangiku seperti itu?” “Ha! Aku sangat terpanah melihat kecantikanmu yang membuat hati ini selalu bergetar hebat.” “Kau sangat berlebihan Raja aku tidak tahu harus bagaimana mengatakannya.” Ucap Qenia kepada Alfa. “Sudahlah aku tidak tahu harus mengatakan apa-apa lagi mungkin ini akan menjadi awal hidup baru kita, sekarang hidupku sudah ada dirimu yang akan menemaniku selamanya. Istriku kau dan aku tidak akan terpisahkan sampai kapan pun itu.” Jelas Alfa kepada Qenia yang sedang memperhatikannya dia berbicara. Brian tidak sengaja melihat kemesraan mereka berdua, Aku turut bahagia melihat Raja bisa seceria itu, semenjak Qenia hadir di dalam hidupnya, Qenia memang pantas menjadi pelengkap hidupnya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN