Matahari sudah kembali bersinar dan semalam Celline bersama dengan Rivaldi. Di depan matahari terbit mereka berjanji bahwa tidak boleh ada kata menyerah dalam hubungan mereka. Seberat apapun yang mereka akan alami, mereka janji akan senantiasa bersama. Lagi-lagi Celline meyakinkan diri sendiri bahwa ini bukanlah akhir, ini adalah awal. Yah, semoga ini benar-benar menjadi awal yang baik. Di tempat lain, Marriane mengetuk pintu kamar Celline beberapa kali. Ia membawakan segelas s**u hangat untuk putrinya. Yah, katakanlah Marriane ingin meminta maaf atas perilaku kasarnya kemarin bahkan dengan tega mengunci Celline di dalam kamarnya. Ketukan pintu itu tidak mendapatkan respon. Mungkin Celline tidur pikirnya. Ia membuka kunci gembok di depan pintu kamar dan membuka kenop pintunya.

