Chapter 59

1393 Kata

    Empat orang itu berlari kencang dari lobby rumah sakit menuju ke depan ruang ICU. Mereka segera berangkat menuju rumah sakit begitu mendapat kabar dari Viona. Antony kembali pingsan dengan detak jantung yang lemah. Beruntunglah dokter masih sempat memberikan pertolongan. Dokter berkata jika terlambat beberapa menit saja, nyawa Antony tidak terselamatkan.      “Mama, bagaimana kondisi Papa?” tanya Sally dengan penuh kecemasan.      Matanya sudah sembab karena sepanjang perjalanan ia menangis. George sudah berusaha menenangkan tapi tidak berhasil. Sally tetap saja tidak tenang dan hanya bisa menangis sambil terus merapalkan doa. Rivaldi juga tak kalah cemas. Ini kedua kalinya ayahnya pingsan dan kondisi jantungnya melemah. Ia juga ikut panik. Kuatir jika ayahnya pergi meninggalkan mere

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN