Setahun kemudian Viona duduk bersimpuh di depan makam Antony. Ia menaburkan bunga di atas gundukan tanah itu. Setahun telah berlalu dan ia masih merasakan kehilangan. Tidak ada yang bisa menggantikan sosok Antony di hatinya bahkan kehadiran cucu pertamanya, Jeremy dari George dan Sally tidak bisa menggantikan posisi Antony. Mungkin ini yang dinamakan cinta sejati. Cinta sejati tidak akan dipisahkan oleh apapun, bahkan ketika maut menjemput pun hati mereka akan tetap terpaut selamanya. “Bagaimana kabarmu di atas sana, Antony? Kau sudah tenang di sana. Tidak ada lagi rasa sakit. Tidak ada lagi stress dan semua hal yang mengganggumu. Tak perlu lagi kau bersusah payah bekerja karena di sana kau sudah bahagia.” Ucapan Viona berhenti sejenak. Ia menyeka air matanya yang menetes.

