Chapter 34

1213 Kata

    Jari telunjuk Celline mulai bergerak-gerak. Matanya perlahan terbuka dan mengerjap karena sinar matahari yang cerah masuk dari jendela kamar perawatannya. Ia telah tertidur selama 2 hari dan seperti baru saja bangun dari mimpi panjang, ia masih merasa asing dengan semua yang dilihatnya saat ini. Dinding putih di seluruh ruangan, gorden pembatas antar ranjang warna hijau, jari yang dipasang infus dan sebuah alat menjepit jari telunjuk kanannya.      Ia menoleh ke sisi lain dan mendapati sosok pria yang dicintainya di sana yang sedang tertidur di kursi jaga. Ia mengamati pria itu. Sungguh ia sangat rindu melihat sosok itu. Mengingat semua kejadian yang terjadi sejak beberapa hari yang lalu, hatinya merasa sedih. Ia sepertinya masih bermimpi. Pria itu tidak nyata pikirnya. Itu hanya ref

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN