Bab.25 Berlutut Minta Maaf

1089 Kata

  Plak!   Kali ini, tangannya meninju udara kosong, tubuhnya seperti sebuah peluru, melesat dan menabrak orang dan meja disampingnya, jatuh dengan keras ke lantai.   Prang!   Aduh!   Seketika, suara piring dan gelas berjatuhan, sup berceceran kemana-mana, orang yang tertabrak menjerit, membentuk sebuah melodi.   Sementara Rahman hanya memegangi perutnya, tidak mengeluarkan suara untuk waktu yang lama.   Firdaus tidak berhenti disitu, dia mengambil sebuah sup berisi kuah pedas dan panas, dan langsung melemparkannya ke kepala Rahman.   Plak!   Kepala Rahman seketika terluka, darah dan kuah sup mengalir keluar.   Ah……   Rahman akhirnya menarik napas dan berteriak.   Ah……   Orang-orang yang tadinya hanya menyaksikan keramaian mulai bereaksi, mereka berteriak karena terkejut—   Ber

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN