Keluarga Yastoyo! Wajah Zairawati masam, "Nenek, bagaimana kalau kita makan saja? Tidak usah menunggu Firdaus lagi!" Nenek Amalia sudah berusia tujuh puluhan, rambutnya setengah beruban, walaupun kulitnya sudah berkerut, tetapi masih terawat dengan baik, masih merona, dia duduk di kursi utama, anak-anak dan cucu-cucunya duduk dengan patuh. Sebuah meja besar, belasan orang, semua duduk dengan tegak, tak ada satupun yang mulai makan. Namun, di antara wajah orang-orang yang tersenyum, hanya Jamilah sekeluargalah yang berwajah masam. Perkataan Zairawati memecah keheningan di tempat itu. Namun, sebelum Nenek Amalia menjawab, Lutfi menjawabnya. "Tidak! Kita mau merayakan keberhasilan Firdaus, sekaligus memberi penghiburan untuk restoran bibi yang dihancurkan, bukankah begi

