"Segini cukup Dek?" tanya Indah seraya memperlihatkan nasi yang dia sendokkan ke dalam kertas nasi. Syifa melihat nasi yang ibunya tunjukkan, "Banyakin aja Bu. Lagian kan nanti aku ngga di rumah, Bapak sama Ibu kan juga mau ke toko." "Sisain dikit aja Bu di rumah. Pasti Lisa ndak masak." sahut Arif yang mengerti putri sulungnya itu. "Yaudah iya." Indah berjalan mendekati panci nasi yang baru saja dia masak tadi selepas subuh. Bukannya dia bermaksud pelit, hanya saja dia takut nanti orang rumah mau makan dan dirinya ada di toko. "Di panci Ibu sisain buat nak Dwiki. Nanti kamu ambil nasi dari sini ya Dek." ujar Indah seraya menunjukkan panci tersebut dengan tangan. Syifa langsung menganggukkan kepalanya dan melanjutkan sesi sarapannya. Arif dan Indah sudah menyelesaikan sarapannya, "In

