"Makasih ya Pak." ujar Syifa ketika mobil sampai di depan pekarangan rumah Syifa. "Hati-hati nyupirnya ya, kabarin saya kalo Bapak udah sampe rumah." Dwiki masih diam saja ketika Syifa berbicara. Baru setelah wanita itu mau membuka pintu, dia menahan pergelangan tangannya, "Sebentar Syifa, saya mau minta satu hal sama kamu boleh ngga?" Syifa mengurungkan niatnya untuk membuka pintu dan membalikkan badannya. Ternyata pria itu juga sudah dengan posisi menghadap dirinya. "Apa Pak?" "Bisa ngga, kamu jangan panggil saya Bapak. Saya berasa jadi Bapak kamu, bukan calon suami kamu." pinta Dwiki. "Terus manggil apa dong?" "Terserah, Vino aja kamu panggil abangkan? Masa aku Bapak sih." Syifa menatap Dwiki dengan senyuman yang dia sembunyikan, "Cemburu sama adik sendiri? Katanya mau percaya

