11 Jillian yang tadinya pergi, segera memasuki kamar mandi untuk berkumur menghilangkan sisa saos kacang yang masih bisa ia rasakan dilidahnya. Entah sudah berapa kali Jillian berkumur, hingga ia bisa merasakan dingin dan tawar dimulutnya. 'Gue.. nggak bakal kenapa-kenapa kan?!' batin Jilian mulai cemas, Sembari menatapi kaca persegi didepannya, dan memperhatikan wajahnya lekat-lekat. Didetik itu ia bisa melihat dan merasakan jika disekitar area dagunya terasa gatal dan muncul ruam kemerahan. Begitu juga dengan tenggorokannya yang mulai terasa tidak nyaman. Tidak nyaman akan rasa gatal tersebut, membuat Jillian reflek menggaruk dan mengakibatkan ruam kemerahan yang semakin melebar luas sampai ke pipinya. Jillian panik. Sangat panik. "Dasar cowok ngeselin!!" Teriak Jillian frusta

