23

1038 Kata

23   "Kyaaakk...!" BRUKK! Satu dorongan dari tangan Jill, membuat Kenzo terjerembab jatuh kebelakang, dengan posisi b****g yang terlebih dulu mencium ubin lantai. Rasa nyeri yang ditimbulkan, membuat Kenzo sudah siap melontarkan celotehan tidak enaknya. Namun hal itu urung, saat melihat rona merah diwajah Jill, ketika gadis itu tengah menatapnya tak percaya dengan satu tangan memegangi daun telinganya. Tubuhnya seolah dialiri listrik bertegangan tinggi, saat kenzo memberi sebuah gigitan diarea tersebut. Imut. Batin Kenzo mengagumi. Sementara Jillian sudah dengan cepat bangkit berlari keluar pintu dengan degupan jantung yang tak karuan. BRAKK! Suara bantingan pintu seketika terdengar, saat Jill baru saja memasuki kamarnya. Punggungnya tersandar di papan pintu, dengan satu tangan mem

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN