16 Pukul 08.00 Kenzo mengerjapkan kedua mata sayunya. Perlahan ia berusaha menyesuaikan penglihatannya saat mendapati silau cahaya tiba-tiba masuk dari jendela kamarnya. Ternyata itu adalah mamanya, yang sudah membuka jendela kamarnya dan mengakibatkan tidurnya menjadi terganggu. "Mama? Mama kapan pulang?" tanya Kenzo dengan suara serak khas bangun tidur. Satu tangannya mengucek matanya yang masih berat untuk terbuka. "Tadi malam, pas kamu lagi tidur." Jawab Sofi, mendekat sembari menyingkirkan handuk kecil basah yang masih saja tertempel di kening Kenzo, lalu memeriksa kondisinya, menempelkan punggung tangannya pada kening anaknya. "Demam kamu udah sedikit turun." Ujar Sofi, lega. "A-aku demam mah?" "Iya. Emangnya kamu nggak tau? Demam kamu tinggi banget semalam. Mama sampai kha

