*** Perjalanan menuju University Plaza menjadi sangat kikuk. Seavey terlihat serius mengendarai ferrari-nya sementara Ayana lebih sibuk memainkan jari-jemarinya. "Aku menolak lamaranmu bukan berarti aku tidak mau menikah. Aku mau, aku mau tetapi bukan sekarang. Kau tahu bahwa bahagia tidak harus menikah. Aku punya banyak rencana, mimpi yang harus kucapai. Maksudku aku ingin menjalani hubungan ini secara bertahap. Tidak dengan buru-buru menikah." Pernikahan dini semakin marak, Ayana tidak pernah membayangkan menikah di usia muda. Seavey menoleh ke arahnya, "Aku mengerti. Bahwa sangat sulit memercayai pria kecanduan seksual." ungkapnya sambil tersenyum miring. Bukan itu maksud Ayana. "Tidak seperti bayanganmu, Sea! Aku tidak pernah mempermasalahkan hyper s*x itu. Aku sudah bisa menerima i

