Bab 23

993 Kata

Pada akhirnya, Ayana dan Seavey menjatuhkan pilihannya di bioskop Houston Ave, yang letaknya tak jauh dari kafe genite. Ayana berusaha sengaja mengajak pria itu jalan-jalan agar rasa cemburu yang tadi ia rasakan segera padam. "Kau tampak tidak tertarik dengan filmnya." Seavey memecah keheningan di antara mereka. "Aku suka. Hanya saja, adegannya terlalu menegangkan. Aku tidak punya alasan untuk tersenyum." sangkal Ayana. Saat ini suasana hatinya tidak terlalu bagus. Dan bioskop malah menayangkan sinema bergenre misteri.  Seavey tak membalas lagi. Dia lebih sibuk melihat jam di tangannya. Dia sangat gelisah setelah lima belas menit berlalu. "Apa kau ada urusan pekerjaan sekarang?" Ayana menanyakannya ketika ia barusaja menoleh ke arah pria itu. "Tidak." jawab Seavey.  Ayana memaknai bahwa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN