*** Ayana sampai di rumah Seavey tepat saat Joyce menarik kopernya berjalan ke luar rumah itu. Joyce melirik Ayana hanya lewat sudut matanya. Tampak sekali jika dia marah sebab Ayana merebut posisinya. Harusnya dialah yang dicintai Seavey. "Kau, Joyce?" "Ya, ini aku. Aku diusir karenamu. Kau puas?" Joyce meninggalkan Ayana bersama rasa kecewanya. Ayana memandangi langkah cepat Joyce. Ada sesuatu yang membuatnya merasa tidak enak. "Kau mengusirnya?" Ayana bertanya saat Seavey memeluknya. Pria itu benar-benar mengekspresikan rasa rindunya. Tidak adanya Ayana di New York membuatnya begitu kesepian. "Aku mengusirnya saat dia mengaku pengagum rahasiaku." Seavey menjelaskan dengan gamblang, membiarkan Joyce pergi begitu saja. Bukan karena dia kejam. Dia hanya melindungi hubungannya bersama

