"Udahlah, orang jomblo berkepanjangan kayak lo nggak bakal paham sama jalan pikiran gue yang dimabuk asmara ini." Waktu Atul hendak mengejar Icha yang menangis, di luar kelas ia dicegat oleh Rat. Bahkan ia tak mengerti kenapa Rat memasang tampang marah ke arahnya. "Mau pergi kemana lagi lo?" Cegat Rat. Mukanya tampak kesal. "Belum cukup, ya, lo nyakitin hatinya Icha, hah?" Atul semakin bertanya-tanya ada apa sebenarnya. Namun baru saja dia akan mengeluarkan sepatah dua patah kata, Rat buru-buru menyambarnya. "Icha itu anak polos, Tul, anak culun. Kok lo tega-teganya, sih, nyakitin perasaannya Icha? Sahabat macam apa lo ini, Tul?" Atul tersenyum kecut. Tangannya bergerak-gerak ke depan sebagai manifestasi dari rasa ingin meluruskan. "Tunggu, tunggu! Gu-gue nggak ngerti, sumpah! Maksud l

