Rangkul Dulu Pinggang Icha, Dly!

993 Kata

Mata Icha perlahan-lahan terbuka. Dia seperti baru saja terkena paparan sinar terang setelah begitu lama berada di dalam kegelapan. Lebih dari setengah jam tak sadarkan diri, membuat Adly sangat puas memandangi wajahnya yang imut-imut itu. Icha mengucek pelan matanya, tapi ada rasa sakit di daerah perut yang begitu melintir. Adly gelisah. Dia bangkit dari posisi duduknya. Lebih tepatnya terbangun dari tidur panjang memandangi wajah Icha. Di satu sisi dia senang karena Icha sudah siuman, tapi di sisi lain dia kecewa karena itu artinya berakhir sudah masa-masa menatap wajah indah Icha. "Lo udah sadar, Cha. Syukurlah!" Senyum adalah ekspresi yang dikeluarkan Adly untuk mengelabui Icha. Biar bagaimanapun, dia tak ingin Icha tahu ada cowok yang memandanginya begitu lekat tadi. Icha mengang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN