Atul keluar ruang laboratorium dengan perasaan yang gembira. Jam pulangan telah tiba. Dia bergegas menuju kelasnya, mengambil tasnya dan juga tas Icha, lalu berlari menuju ruang UKS. Sampai di sana, dia menemukan Icha sedang membetulkan kancing-kancing baju dan menata rok sekolahnya yang tampak morat-marit. "Cha, lo udah baikan, kan!" Tanyanya berpura-pura khawatir. Baginya kesehatan Icha sekarang itu penting demi kelangsungan janji shopping. Selebihnya dia tak terlalu peduli. "Adly, Tul, bikin Icha kesel," gerutu Icha. Saat ini dia duduk di pinggiran ranjang. Mukanya cemberut. "Adly kenapa, Cha? Lah, terus sekarang Adly-nya mana? Bukannya dari tadi sama lo, ya!" "Icha kesel banget sama Adly. Cowok macam apa dia itu. Masa' tadi dia nembak Icha terus dia nggak mau cintanya Icha terim

