“Nggak ada pilihan lain.” “Nggak, nggak bisa! Kita nggak bisa kayak gini. Gue nggak bisa jadi lo. Dan lo juga nggak bisa jadi gue. Kita harus cari cara supaya jiwa kita bisa balik ke tubuh kita masing-masing!” “Kalau kamu punya solusinya, silakan kamu coba.” “Kenapa sih biasa aja? Lo nggak takut sama yang kita alami sekarang? Gimana kalau ini selamanya?” “Jadi, kamu mau saya gimana? Teriak-teriak minta tolong sama semua orang di sini biar semua orang tahu apa yang terjadi sama kita? Gitu?” “Ya nggak gitu juga. Maksudnya tuh, mikir juga dong! Jangan diam aja.” “Sekarang saya nggak bisa mikir. Saya mau pulang aja.” Aska lalu beranjak, meninggalkan Fuji yang masih menangisi hidupnya yang mendadak berubah. “Ini pasti mimpi.” Fuji kemudian mencubit tubuh Aska dan dia langsung merasa kesa

