Selama perjalanan pulang, Vega dan Al tidak banyak bicara. Al berkonsentrasi menyetir motor. Vega juga hanya duduk diam. Vega memandangi punggung Al dari belakang dengan sedih. Dia tak menyangka ternyata Al memiliki kekhawatiran tentang masa depannya seperti itu. Gadis itu diam dan berpikir, apa yang harus dilakukannya untuk menyemangati sahabatnya itu? Vega jadi bingung sendiri. Al memandangi jalan-jalan di depannya. Di pinggir jalan ada seorang cewek cantik yang tampak sesusahan. Cewek itu mendorong motornya yang tampaknya sedang mogok dengan susah payah. Al menghentikan motornya. "Ada apa?" tegur Vega karena Al tiba-tiba menepi. "Ada cewek cantik yang kasihan tuh." Al menunjuk gadis di depan mereka yang tampak kesulitan. Vega menoleh dan ber-oh. "Sebentar ya." Al memarkir vespanya

