“XANDER?” tanya Dennis tak percaya. “Ya ini aku, Dennis. Kenapa?” “Ke-kenapa kau bisa tahu tempat Niana?” tanya Dennis. “Kalian bukannya masuk malah bicara di luar!” teriak Tamara. Mereka berdua masuk dan Dennis masih keheranan. “Kau sudah memakan sarapanmu, Dennis?” tanya Tamara begitu Dennis dan Ben tiba di ruang tamu. “Sudah, Ma. Niana...,” panggil Dennis, tapi Niana tak bergeming. Dia masih asyik dengan nasi tim buatan Tamara. “Niana, aku akan bawakan air dan obatmu,” ucap Ben dan mendapat anggukan dari Niana. “Kau masih marah denganku?” tanya Dennis kemudian duduk di sebelah Niana. “Tidak,” jawab Niana singkat. “Niana, ini minum obatnya,” ucap Ben kemudian duduk di sisi lain sebelah Niana. “Thanks, Lex,” ucap Niana tersenyum membuat Dennis harus menahan sabar. “Lex, kau ma

