“APA?! Dia berhasil kabur sebelum kalian menemukannya?!” ucap seorang lelaki berumur lima puluh tahun di ujung telepon sambil berdiri dari kur si kebesarannya di kantor. “Iya, Pak. Kami benar-benar minta maaf, tap i kami akan terus mengejar dan mencari jejakny a. Sepertinya ada yang mengetahui jejak kita,” ucap orang kepecayaan lelaki itu. “Pokoknya saya gak mau tahu! Kalian haru s menangkapnya sebelum besok! Jangan samp ai membuatku malu dengan anak dari sahabatku,” ucap lagi lelaki. “Lakukan dengan benar seperti biasanya. Jangan sampai ada cacat! Jika ada sedikit saja cacat, kalian yang akan saya pecat!” “Baik, Pak!” Tut tut tut Setelah sambungan telepon tersebut mati, lelaki itu langsung menghubungi anak dari sahabatnya. “Ya, halo! Bagaimana kabarnya Mr. Derullo?” jawab seora

