JUNO yang menyadari raut wajah Niana y ang berubah drastis karena pembicaraan dari Om Der ullo semalam, menjadi tak tega. Adiknya itu benar-benar keras kepala dan mempunyai gengsi yang besar. Dia tak mau mengakui kalau dirinya telah jatuh c inta kepada Dennis. Juno yang menyadarinya saja men jadi gereget sendiri dengan tingkah sok cuek Niana tadi pagi. Saat ini Juno sudah berada di kantornya. Dia dikejar deadline jadi tak bisa istirahat bahkan u ntuk satu hari saja. Walau begitu, dia masih menyempatkan dirinya untuk menghubungi Cathrine dan calon mertuanya. “Anak itu harus kuapakan agar mengakui perasaannya?” Juno berucap sendiri disela-sela kegiatannya. “Dia itu tak bisa membuatku tenang sedikit saja. Bahkan masalah percintaannya pun tak bisa diurusnya,” ucap Juno lagi. Tak lama dia m

