Sydney “SELAMAT siang, Mr. Gabriel Juno Kennedy,” ucap lelaki itu lalu dia berbalik dan tersenyum kepada J uno. Juno terkejut melihat siapa yang datang ke kantornya. Keningnya berkerut. Dia mengenal suara itu, tapi tak pernah melihat lelaki itu. “Selamat siang. Apa Anda ... Mr. Derullo?” t anya Juno untuk meyakinkan dirinya. “Om Derullo lebih tepatnya,” ucap Om Der ullo tersenyum. “Oh! Ya ampun, Om, maafkan aku tak mengenalimu,” ucap Juno lalu menjabat tangan Om Derullo. “Kau sudah sangat besar, Juno. Apa Kennedy memberimu makanan yang bergizi? Rasanya dulu kau hanya setinggi pinggangku, tapi sekarang lihat dirimu, sudah lebih tinggi dariku,” ucap Om Derullo menepuk-nepuk pundak Juno. “Om bisa saja. Aku dan Niana mendapat gen dari almarhum Ayah, jadi kami berdua sangat tinggi untu

